Mengintip 4 Kegiatan Positif Komunitas Mobil Antik di Bulan Ramadan

Di bulan ramadan ini tentu saja komunitas mobil antik ini seringkali melakukan aktivitas yang berkaitan dengan touring mobil antik di bulan suci ini. Tentunya aktivitas ini bermanfaat bagi masyarakat banyak khususnya rakyat kecil.

Bulan ramadan yang penuh berkah dan rahmat sudah sepantasnya jika diisi dengan kegiatan yang positif dan berpahala bagi umat islam. Selain bermanfaat bagi orang lain,tentunya dapat sekaligus beribadah mendekatkan diri pada Allah SWT.

Banyak cara untuk beribadah di bulan suci, seperti membaca Quran, bersedekah, salat tarawih bersama, memperbanyak doa dan amal, memberi makan bagi yang tidak mampu, memperbanyak perbuatan baik, hingga rutin melakukan salat malam. Akan lebih baik lagi jika selain untuk beribadah, bisa juga memberikan manfaat seperti memperkuat tali silaturahmi dan interaksi sosial.

 

Kegiatan Komunitas Mobil Antik di Bulan Ramadhan

Di tengah kemunculan mobil modern yang sarat dengan teknologi barunya, komunitas mobil lawas ternyata terus bermunculan di masyarakat karena penggemarnya juga semakin meningkat. Yang paling banyak adalah komunitas mobil antik, yang menjadi tempat berkumpul para penggemar mobil dengan batasan khusus terkait dengan tahun pembuatannya.

Umumnya adalah mobil antik keluaran dibawah tahun 1990. Bisa buatan pabrikan dari Amerika, Eropa, Australia maupun Jepang. Para penggemar mobil tua ini rajin mengadakan kegiatan antara lain pameran, touring ataupun balap resmi, seperti touring di sirkuit Sentul. Mereka bahkan tak merasa bersaing dengan  mobil-mobil mewah produksi tahun lebih muda.

Lalu apa saja kegiatan yang dilakukan oleh komunitas-komunitas mobil antik di bulan ramadan ini? Simak ragamnya dibawah ini

 

Sahur On the Road

Aktivitas sahur saat puasa hukumnya adalah sunah yang bisa dilakukan sebelum terbit fajar. Namun, sahur sangat dianjurkan karena di dalamnya memuat sebuah keberkahan. Sedemikian berkahnya, sehingga Rasulullah SAW pun bersabda,”Makan sahur adalah barakah, maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah seorang di antara kalian hanya minum seteguk air.

Sahur ini pun bisa dilakukan di mana saja, di rumah, masjid, maupun di jalanan. Inilah yang menjadi konsep awal dari munculnya Sahur On The Road, yang memiliki misi untuk berbagi paket sahur bagi yang membutuhkan, agar mereka kuat berpuasa seharian. Sahur On the Road atau yang sering disingkat dengan SOTR inilah, yang menjadi salah satu kegiatan yang cocok dilakukan oleh komunitas mobil antik di bulan ramadan.

Para anggota komunitas turun ke jalan menggunakan mobil antik mereka, untuk  membagikan makanan berupa nasi kotak maupun nasi bungkus, kepada para duafa agar kebutuhan sahur mereka terpenuhi. Perjalanan biasanya dilakukan pada saat waktu sahur tiba.

Inilah keuntungan Sahur On The Road yang dilakukan oleh para anggota komunitas mobil klasik:

Tujuan dari dilakukannya aktivitas Sahun on the Road ini tak lain adalah agar para anggota komunitas dapat merasakan penderitaan kaum duafa yang kekurangan.

Selain ikut merasakan penderitaan, mereka juga dapat berbagi kepada sesama  yang lebih membutuhkan. Tentunya di momen bulan puasa ini , para duafa ingin dapat berpuasa dan sangat membutuhkan uluran tangan agar dapat makan sahur.

Melalui Sahur On the Road, komunitas dapat membantu para duafa secara merata dengan menyusuri sudut kota dan menyambangi panti asuhan di kota yang menjadi target Sahur On The Road.

Bagi rombongan komunitas mobil antik yang telah dibekali kebutuhan untuk sahur seperti nasi bungkus atau nasi kotak, akan mengunjungi panti asuhan tertentu dan menyempatkan diri untuk bercerita bersama para anak yatim piatu. Setelah itu, acara akan diakhiri dengan salat subuh berjama’ah.

Biasanya rombongan komunitas mobil antik saat Sahur On The Road akan membaur bersama anak yatim piatu dan memberikan semangat para penghuni panti. Jadi, mereka dapat lebih bersemangat dalam berpuasa dan beribadah selama bulan suci ramadan.

Sahur On The Road menjadi bukti bahwa komunitas mobil antik tidak dibentuk hanya untuk berhura-hura ataupun bersenang-senang saja. Mereka justru mampu menunjukkan kepedulian terhadap sesama yang kurang beruntung dengan berbagi.

Sahur On The Road menjadi fakta bahwa para anggota komunitas mobil atau club mobil antik memiliki empati terhadap sesama manusia yang membutuhkan. Tidak hanya anak yatim piatu saja, para gepeng yaitu gembel dan pengemis pun menjadi target pembagian bekal makanan untuk sahur ini.

Itulah makna dan tujuan utama Sahur On The Road yang dilakukan oleh komunitas mobil antik ini. Jadi, puasa tidak hanya menahan haus dan lapar dan memperbanyak ibadah, tetapi juga melakukan aktivitas yang tak biasa serta bisa mendatangkan pahala besar.

 

Pembagian Takjil Gratis di Jalanan

Pembagian takjil gratis di jalanan pun mulai banyak dilakukan beberapa tahun terakhir ini baik oleh perorangan, instansi, maupun komunitas. Selain Sahur On The Road, kegiatan inilah yang tidak kalah seru, yaitu membagikan makanan dan minuman untuk berbuka puasa atau yang sering disebut Takjil On The Road.

Lalu apa dan bagaimana cara pembagian Takjil On The Road yang dilakukan oleh para anggota komunitas mobil antik ini?

Takjil biasanya dibagikan di beberapa titik seperti di pintu keluar terminal, lampu merah persimpangan jalan, pintu masuk mal, ataupun dekat tol. Dengan demikian, semua lapisan masyarakat bisa terjangkau oleh pembagian takjil ini.

Takjil yang dibuat biasanya berupa aneka bubur seperti bubur kacang ijo, mutiara, dan bubur sumsum. Ada juga aneka minuman seperti es campur, kolak, dan es buah, serta camilan khas untuk berbuka puasa lainnya seperti kue basah dan kurma.

Pembagian takjil biasanya dimulai pukul 17.00 WIB dan mulai dibagikan secara gratis pada banyak orang yang mulai ramai berdiri di tepi jalan.

Kegiatan Takjil On The Road ini  selain mengharapkan mendapat keberkahan di bulan suci, juga bertujuan untuk dapat membangun semangat dan motivasi untuk dapat saling berbagi, kepada sesama yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Kegiatan TOTR juga dapat berfungsi sebagai sebuah syiar Islam. Selain memberikan takjil kepada mereka yang tengah berpuasa dan dalam perjalanan, juga mendapat pahala berlipat ganda, apalagi bila dilakukan di bulan ramadan. Pembagian Takjil On The Road ini dapat membantu kaum muslim dan muslimat yang sedang berpuasa, yang hanya bisa berbuka di jalan saat menuju pulang.

 

Ngabuburit dan Buka Bersama

Seringkali kita mendengar kata “Ngabuburit” ini terutama di bulan puasa. Lalu, apa arti sebenarnya dari kata Ngabuburit ini? Ngabuburit sebenarnya berasal dari bahasa Sunda yang berarti bersantai-santai sambil menunggu waktu sore tiba. Burit berarti sore hari antara pukul 15.30 - 17.30 setelah Ashar dan sebelum matahari terbenam.

Di era zaman now, Ngabuburit menjadi semakin populer dan dikaitkan dengan bulan puasa, yang berarti menunggu azan Maghrib menjelang berbuka. Setelah Ngabuburit biasanya diadakan acara buka bersama atau yang lebih sering dikenal sebagai Bukber. Bukber ini sering dilakukan oleh masyarakat dan telah menjadi tradisi di berbagai kalangan. Tidak ketinggalan juga dilakukan oleh komunitas mobil antik di tanah air.

Ngabuburit terkadang dilanjutkan dengan acara buka bersama. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tujuan positif bagi masyarakat kecil seperti berikut ini:

Anggota komunitas berbagi kebahagiaan dengan menyerahkan makanan atau bingkisan buka puasa kepada panti asuhan dan kaum duafa lainnya. Ini sebagai program sosial di bulan suci ramadan dari kalangan komunitas mobil antik dan kepekaan terhadap rakyat kecil.

Selain penyerahan makanan, acara puncak biasanya juga dilakukan buka bersama oleh anggota komunitas mobil antik bersama kaum duafa tersebut. Buka bersama ini bisa dilakukan di masjid ataupun panti asuhan yang dituju.

Buka puasa bersama selain dapat membuat anggota komunitas bersentuhan dengan masyarakat luas secara langsung, juga antar anggota komunitas mobil antik sebagai momen untuk menyambung tali silaturahmi.

Selain antarkomunitas, Bukber juga sering dilakukan oleh komunitas mobil antik dengan bergabung di berbagai acara lain. Acara ini bisa saja diselenggarakan oleh institusi lain seperti acara Ngabuburit bersama Anak Yatim Piatu  dan Musisi yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata ataupun  institusi swasta lain

 

Lalu apa saja kegiatan yang dilakukan oleh para anggota komunitas mobil antik ini saat Ngabuburit dan acara buka bersama? Yuk, kita intip aktivitas seru yang sering mereka lakukan bersama saat Ngabuburit.

Dalam kesempatan Ngabuburit, antar anggota saling bertukar ide, mengobrol, dan menjalin persaudaraan antarkomunitas mobil. Ajang meet up ini tentu dianggap mampu menyatukan seluruh komunitas mobil antik dalam satu wadah.

Banyak kegiatan Ngabuburit positif antar komunitas yang bisa dilakukan, antara lain bermain game rally melalui simulator, bertukar informasi tentang onderdil, modifikasi, serta spontanitas peserta meet up agar membuat suasana ngabuburit semakin seru.

Selain itu terkadang komunitas melakukan konvoi sambil Ngabuburit di kawasan tertentu seperti Pantai Ancol. Lalu dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama. Dengan demikian, para anggota komunitas yang berasal dari latar belakang berbeda bisa saling berkumpul menjadi satu di acara Ngabuburit ini.

Kontes mobil modifikasi juga sering dilakukan dengan menampilkan beragam jenis mobil antik, yang telah dilakukan modifikasi dan memperebutkan beberapa piala bergengsi. Dengan demikian, saat Ngabuburit antarkomunitas dapat membuat anggota lebih kompak dan anggotanya pun bisa semakin bertambah.

Itulah acara kopdar di bulan puasa di berbagai lokasi yang mampu memberikan suasana berbeda saat Ngabuburit. Para anggota komunitas mobil antik yang sudah berkeluarga, seringkali mengajak keluarganya turut serta sehingga bisa mendekatkan antar keluarga.

 

Mudik Bareng

Kiranya mudik sudah menjadi tradisi saat libur lebaran bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Mudik adalah tradisi pulang kampung untuk mengunjungi orang tua dan sanak saudara. Hal ini disebabkan kota-kota besar di Indonesia banyak dihuni oleh kaum urban atau perantauan dari desa ataupun luar pulau. Dengan demikian, saat libur panjang seperti Idul Fitri bisa menjadi momen yang tepat untuk pulang kampung.

Tidak ketinggalan komunitas mobil juga menyelenggarakan mudik bareng komunitas.  Komunitas mobil akan bergabung bersama, hingga mencapai ratusan mobil, untuk berkumpul sebelum melakukan mudik bersama. Tidak jarang komunitas mendapatkan sponsor dari produsen merek mobil atau aksesori mobil tertentu berupa uang saku, kartu asuransi, dan merchandise menarik lainnya.

Lalu, bagaimana mudik dengan naik mobil klasik, kenapa tidak? Barangkali banyak orang meragukan jika mudik dengan menggunakan mobil antik. Pasalnya mobil yang berusia 30 tahun memiliki banyak risiko bila digunakan menempuh perjalanan panjang seperti oli bocor, mudah overheat, kerusakan AC, dan masih banyak lainnya. Namun jangan salah, anggota komunitas mobil klasik tidak jarang yang justru mudik bareng menggunakan mobil lawas kesayangan mereka. Pastinya banyak hal yang membuat komunitas mobil antik ini, berani mudik memakai mobil tua.

Inilah beberapa alasan menggunakan mobil klasik untuk mudik

Selain nilai historis, adanya kenyamanan yang mereka rasakan yang ternyata melebihi kenyamanan mobil baru. Tentunya dengan catatan kondisi mobil sudah dicek terlebih dahulu. Selain itu mereka juga lebih banyak memilih jalan alternatif untuk menghindari kemacetan.

Tidak sedikit yang merasakan bahwa mudik dengan mobil tua, ruangan mobil terasa lebih lapang. Ini diraskan bagi yang memakai mobil lawas ukuran besar seperti VW kombi.

Tidak saja ukuran mobil, jok mobil tua pun terkadang terasa lebih nyaman jika dibandingkan jok mobil baru. Pasalnya dengan jok yang nyaman, mereka tidak mudah merasa lelah dan pinggang tidak sakit.

Tentunya dengan catatan,  para anggota komunitas sebelum memutuskan bergabung untuk mudik bersama, harus mengetahui terlebih dahulu penyakit yang sering dialami oleh mobil klasik kesayangan mereka.

Bagaimana, berniat untuk bisa mudik bareng dengan komunitas mobil klasik ini atau setidaknya bergabung dalam komunitas mobil antik? Jangan khawatir, bagi Anda yang tidak memiiki mobil lawas tetapi ingin bergabung dengan komunitas mobil klasik ini. Pasalnya anggota komunitas otomotif biasanya adalah sekumpulan pemilik kendaraan yang memiliki ketertarikan yang sama pada jenis kendaraan tertentu dan tidak harus memiliki mobil lawas juga.

Nyatanya, sebagian dari komunitas memperbolehkan para penggemar mobil klasik untuk bergabung meski belum memilikinya. Sebagai contoh, Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) tidak mensyaratkan kepemilikan mobil untuk menjadi anggotanya. Apalagi pemilik mobil klasik biasanya usianya sudah sepuh, jadi mereka terkadang perlu seseorang untuk bisa merawat mobil mereka. Sering terjadi mobil pun dihibahkan bagi generasi yang lebih muda untuk dapat merawat dan menjaga mobilnya.

Nah, masihkah tertarik bergabung dengan komunitas mobil antik dan mengikuti berbagai aktivitasnya di bulan ramadan  yang seru dan positif ini?

Koleksi Mobil Antik PPMKI

Mau ngumpul dimana?

tempat kumpul komunitas

Manshed Indonesia, Puaskan Pecinta Kuliner dan Otomotif

Traveler suka otomotif? Suka bingung mau nongkrong dimana kalau mau bahas otomotif bareng temen? Gak usah bingung lagi, karena di Bal ada restoran yang keren banget, yang dijamin bikin kamu betah banget nongkrong di sana. Sambil silaturahmi, di isi dengan pembicaraan otomotif, dan diselingi dengan sajian yang ajib … banget.

Baca selengkapnya...